KISAH PENUH HIKMAH

February 15, 2007

KETIKA TIRAI TERTUTUP

Filed under: Moslem Life
Ketika mendengar sebuah berita "miring" tentang saudara kita, apa reaksi kita pertama kali ? Kebanyakan dari kita dengan sadarnya akan menelan berita itu, bahkan ada juga yang dengan semangat meneruskannya kemana-mana.

Kita ceritakan aib saudara kita, sambil berbisik, "sst! ini rahasia lho!". Yang dibisiki akan meneruskan berita tersebut ke yang lainnya, juga sambil berpesan, "ini rahasia lho!"

    Kahlil Gibran dengan baik melukiskan hal ini dalam kalimatnya, "jika kau sampaikan rahasiamu pada angin, jangan salahkan angin bila ia kabarkan pada pepohonan."


Inilah yang sering terjadi. Saya memiliki seorang rekan muslimah yang terpuji akhlaknya. Ketika dia menikah saya menghadiri acaranya. Beberapa minggu kemudian, seorang sahabat mengatakan, "saya dengar dari si A tentang "malam pertamanya" si B." Saya kaget dan saya tanya, "darimana si A tahu?" Dengan enteng rekan saya menjawab, "ya dari si B sendiri! Bukankah mereka kawan akrab…"

Masya Allah! rupanya bukan saja "rahasia" orang lain yang kita umbar kemana-mana, bahkan "rahasia kamar" pun kita ceritakan pada sahabat kita, yang sayangnya juga punya sahabat, dan sahabat itu juga punya sahabat.
 
Saya ngeri mendengar hadis Nabi : "Barang siapa yang membongkar-bongkar aib saudaranya, Allah akan membongkar aibnya. Barangsiapa yang dibongkar aibnya oleh Allah, Allah akan mempermalukannya, bahkan di tengah keluarganya."

Fakhr al-Razi dalam tafsirnya menceritakan sebuah riwayat bahwa para malaikat melihat di lauh al-mahfudz akan kitab catatan manusia. Mereka membaca amal saleh manusia. Ketika sampai pada bagian yang berkenaan dengan kejelekan manusia, tiba-tiba sebuah tirai jatuh menutupnya. Malaikat berkata, "Maha Suci Dia yang menampakkan yang indah dan menyembunyikan yang buruk."

Jangan bongkar aib saudara kita, supaya Allah tidak membongkar aib kita. "Ya Allah tutupilah aib dan segala kekurangan kami di mata penduduk bumi dan langit dengan rahmat dan kasih sayang-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah"

 

Insya Allah, Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.
 

Wassalam,

M. Edi S. Kurniawan
edieskurniawan@yahoo.com
edi@neopulsa.com, www.neopulsa.com

 

NENEK PEMUNGUT DAUN

Filed under: Moslem Life

Kiriman dari seorang sahabat, diambil dari milis kisah hikmah :

Kisah ini membuat bulu kuduk  saya  merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati,  kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?

Insya Allah, Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.

 

"Nenek Pemungut Daun"

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.


Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa  ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

 
Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."

 

Wassalam,

M. Edi S. Kurniawan
edieskurniawan@yahoo.com
edi@neopulsa.com, www.neopulsa.com

 

DO’A BUKA HATI

Filed under: Moslem Life

01. Allahumma nawwir quluubana binuuri hidayatika liyakuunal ghodhoba wal ’ajaba walhasada muhawwalaa ila nuuri rohmatika wahidaayatika

01. Yaa Allah, Terangilah hati kami dengan cahaya petunjukMU, supaya kemarahan, kesombongan dan sifat kedengkian berubah menjadi cahaya rahmatMU dan petunjukMU.

02. Allahumma awzi’ naa anna ’iba bi annal ’afwa huwasabiiluttaqorrubi ilaika, wahdi quluubanaa linas-hula lanaa anna’ fuwa kulla man akhtho a fiinaa

02. Yaa Allah, Berilah kami pemahaman bahwa sesungguhnya memberi maaf adalah jalan untuk mendekatkan diri kepadaMU & berilah petunjuk pada hati kami agar mudah bagi kami untuk memberi maaf pada orang yang salah pada kami.

03. Allahumma innaka ghofuururrohiim, faghfir lijami ‘i man akhthoa fiinaa fainnahum laa ya’ lamuun. Wahdinaa binuuri hidaayatika liyakuuna suu al akhlaaqi muhawwalaa ila nuurika

03. Yaa Allah, Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang, ampunilah setiap orang yang berbuat salah kepada kami, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui-nya. Dan tunjukilah kami dengan cahaya petunjukMU agar akhlaq kami yang buruk berubah menjadi cahayaMU (petunjukMU).

04. Allahummaghfirlanaa djunuubanaa wabaa ’id bainanaa wabaina khothooyaanaa fainnahuu laa yaghfirudj djunuubana illaa anta

04. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami dan jauhilah kami dari kesalahan karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

05. Robbanaghfirlanaa djunuubanaa maa ’alimnaa minhaa, wamaa lam na’ lam

05. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami baik yang kami ketahui (sengaja) maupun yang tidak kami ketahui (tidak sengaja).

06. Allahummathmainna quluubanaa liyakuunaal khoufu wal hammu wal khosy-yatu haa ribatan sinnaa

06. Ya Allah, Berilah ketenangan pada hati kami  agar ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran  jauh dari kami.

07. Allahumma nawwir quluubanaa hatta, nastathi ’a annufarriqolhaqqo minal baathil

07. Ya Allah, Terangilah hati kami hingga kami dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.

08. Allahumma baariklanaa wanawwir quluubanaa linastathi ’a annasy ‘uro anna hidaayatika taskunu fii quluubinaa

08. Ya Allah, Berilah keberkatan kepada kami dan terangilah hati kami untuk dapat merasakan petunjukMU didalam hati kami.

09. Allahumma nawwir quluubanaa linasy ‘uro annaka man ba ’urrohmati walmaghfiroti fiddunyaa wal aakhiroti

09. Ya Allah, Terangilah hati kami agar kami merasakan sesungguhnya Engkau pemberi rahmat dan ampunan di dunia dan di akhirat.

10. Allahummaj ’al nuuroka yunawwirus samawaati wal ardho wa jamii ’a harokaatinaa kamaa tardho

10. Ya Allah, Jadikanlah cahayaMU menerangi langit dan bumi dan setiap gerakan kami menurut yang Engkau ridhoi.

11. Robbanaftah hikmataka lijamii ‘i makhluuqoo tis samawaati wal ardhi liyakuunuu minal muhtadiin

11. Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Bukakanlah pintu hikmahMU  (kebijaksanaanMU) untuk semua makhluk yang di langit dan di bumi agar tergolong kepada orang-orang yang mendapat petunjuk.

12. Allahumma baa ’idnaa min djhulmisy syaithooni wasyarrihi kamaa baa ’ad ta bainal masyriqi wal maghribi

12. Ya Allah, Jauhkanlah kami dari kezholiman syaiton dan keburukannya, seperti engkau menjauhkan antara timur dan barat.

13. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw waqinaa ‘adjaabannaar

13. Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin

Perkenankanlah ya Tuhan sekalian alam

 

 

Diterjemahkan oleh Prof.Dr. H. Hasballah Thaib, MA

Disadur Oleh : Dr. Amus Bradley

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer